Bandar Lampung — Upaya pemberantasan aksi premanisme di wilayah Lampung kembali menjadi sorotan. Kepolisian mengungkapkan bahwa pihaknya selama ini telah melakukan berbagai tindakan pengamanan untuk menekan aktivitas yang mengarah pada premanisme, sesuai dengan instruksi Kapolda Lampung.
Meski demikian, aksi bajing loncat yang terjadi di Kecamatan Panjang kembali meresahkan masyarakat. Hingga kini, polisi menyebut belum menerima laporan resmi dari sopir truk yang merasa dirugikan atas aksi tersebut. Oleh karena itu, masyarakat yang mengalami kejadian serupa diminta segera membuat laporan agar dapat segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum.
Pengamat keamanan publik menilai bahwa aksi bajing loncat tidak boleh dibiarkan berkembang, karena dikhawatirkan pelaku akan memperluas target ke kendaraan lain seperti angkutan umum, mobil pribadi, hingga sepeda motor. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan keresahan dan menurunkan rasa aman masyarakat saat melintas di jalan raya.
Polisi bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung diimbau untuk segera mengambil langkah cepat dan strategis guna mengantisipasi aksi kriminal tersebut. Tindakan tegas dinilai perlu dilakukan agar masyarakat kembali merasa aman serta aktivitas transportasi barang dan penumpang dapat berlangsung tanpa gangguan.
Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan segera melaporkan setiap tindakan mencurigakan atau kejadian kriminal di jalan, sehingga upaya penegakan hukum dapat berjalan lebih efektif. Dengan kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan warga, kondisi keamanan di Bandar Lampung diharapkan dapat kembali kondusif.